Kronologi dan Update Terkini Chaos Ekuador, Negara Darurat Nasional

Jakarta, CNBC Indonesia РPeristiwa menegangkan tengah terjadi di Ekuador. Para pria bertopeng menerobos masuk ke saluran televisi publik di negara tersebut sambil membawa senjata dan bahan peledak selama siaran langsung pada Selasa (9/1/2024).

Laporan CNN International menyebut orang-orang yang bersenjatakan pistol dan sesuatu yang tampak seperti dinamit memasuki jaringan televisi TC di kota pelabuhan Guayaquil.

Dalam siarang langsung program berita yang dapat ditonton ribuan orang, mereka berteriak memiliki bom. Suara-suara yang mirip dengan suara tembakan pun dapat terdengar selama sekitar 20 menit siaran.

Namun tidak ada yang tewas dalam serangan itu. Pihak berwenang kemudian mengatakan bahwa semua penyusup bertopeng telah ditangkap, yakni total 13 orang seluruhnya, dan akan didakwa melakukan terorisme.

Adapun sejumlah video yang belum terverifikasi seliweran di media sosial yang menunjukkan eksekusi para sandera kerusuhan di Ekuador.

Pihak berwenang belum mengatakan siapa yang berada di belakang pendudukan stasiun televisi, atau serangkaian serangan lain yang mengguncang negara Amerika Selatan baru-baru ini, namun mereka mengikuti kaburnya dua pemimpin geng narkoba paling kuat di Ekuador dari penjara.

Terjadi Setelah Keputusan Presiden

Insiden ini terjadi ketika Presiden Ekuador Daniel Noboa menyebut 22 geng sebagai organisasi teroris dan target militer.

Noboa, yang mulai menjabat pada November 2023 dan berjanji untuk membendung kekerasan terkait perdagangan narkoba, mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari sejak Senin (8/1/2023).

Keadaan darurat dilakukan sebagai tanggapan terhadap kekerasan di penjara negara tersebut, termasuk penyanderaan penjaga oleh narapidana, dan melarikan diri dari pemimpin geng Los Choneros Adolfo Macias selama akhir pekan.

Dalam keputusan yang direvisi pada Selasa, Noboa mengakui adanya “konflik bersenjata internal” dan mengidentifikasi hampir dua lusin geng sebagai kelompok teroris, termasuk Los Choneros.

Pemerintah mengatakan kekerasan tersebut merupakan reaksi terhadap rencana Noboa untuk membangun penjara baru dengan keamanan tinggi dan memindahkan para pemimpin geng yang dipenjara.

“Kejadian hari ini menunjukkan bahwa tindakan dan keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat sangat berdampak pada struktur kriminal, dan sebagai jawabannya, tindakan dan keputusan tersebut telah menciptakan gelombang kekerasan untuk menakut-nakuti masyarakat,” kata Laksamana Jaime Vela, kepala komando gabungan angkatan bersenjata, seperti dikutip Reuters.

Vela menambahkan semua kelompok yang disebutkan dalam keputusan Noboa kini menjadi sasaran militer. Pemindahan para pemimpin besar ke penjara secara historis berujung pada kekerasan, di mana ratusan narapidana telah terbunuh dalam beberapa tahun terakhir.

Kerusuhan di Ekuador membuat pemerintah Peru mengumumkan keadaan darurat di sepanjang perbatasannya dengan Ekuador, sementara Brasil, Kolombia, dan Chili menyatakan dukungan mereka terhadap pemerintah Ekuador.

Pelarian Diri Para Tahanan

Badan penjara SNAI pada Selasa sebelumnya mengatakan sekelompok tahanan melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan di Riobamba, termasuk tersangka anggota geng Fabricio Colon Pico, yang diduga terlibat dalam rencana penyerangan terhadap jaksa agung.

Kantor kejaksaan menyebut sebanyak 17 dari 39 orang yang melarikan diri telah ditangkap kembali. Sebanyak 11 sipir penjara yang disandera selama dua hari terakhir telah dibebaskan, namun 139 sipir dan staf lainnya masih ditahan.

Pihak berwenang setempat di Guayaquil mengatakan ada insiden “pengambilalihan” di lima rumah sakit di kota terbesar di negara itu, namun polisi dan tentara telah memulihkan ketertiban. Tidak jelas apa sebenarnya penyebab insiden tersebut.

Kematian akibat kekerasan secara nasional meningkat menjadi 8.008 pada tahun 2023, di mana hampir dua kali lipat angka pada tahun 2022 yang berjumlah lebih dari 4.500.

Universitas Guayaquil mengatakan laporan mengenai penjahat yang memasuki fasilitasnya adalah palsu, meskipun ada laporan di media sosial.

Sementara obligasi negara Ekuador turun karena kekhawatiran atas kekerasan yang menyebar ke pasar keuangan. Menurut data LSEG, obligasi tahun 2035 turun 1,125 sen menjadi 36,25 sen dolar, sedangkan obligasi tahun 2030 turun 1 sen menjadi 48,25 sen dan obligasi tahun 2040 kehilangan setengah sen menjadi diperdagangkan pada 32,5 sen.

Spread melebar 83 basis poin menjadi 2,039 bps pada indeks EMBIG JPMorgan, membalikkan seluruh kenaikan tahun ini dalam reli yang dimulai pada pertengahan Desember. https://blejermot.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*