Belajar dari Catherine Wilson, Istri Boleh Gugat Suami Perkara Nafkah

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar mengenai gugatan cerai yang dilayangkan Catherine Wilson ke Idham Mase cukup menyita perhatian belakangan ini. Kabarnya urusan nafkah menjadi masalah utama dalam rumah tangga mereka.

Gugatan tersebut dilayangkan Catherine pada 24 Desember 2023 lalu di Pengadilan Agama Depok.

Seperti diberitakan InsertLive, Catherine mengaku memilih bercerai karena merasa sudah tidak mendapatkan nafkah lahir dan batin dari sang suami.

Menurut Catherine, Idham adalah sosok pria mapan yang mampu menafkahi istrinya. Namun Catherine malah sering merogoh kocek pribadi untuk kebutuhan sehari-hari.

Kuasa hukum Catherine, Dody Hariyanto, mengatakan bahwa sampai saat ini isu nafkah masih menjadi hal yang dirahasiakan. Namun Dody sedikit membocorkan bahwa Catherine sejatinya masih menerima nafkah, hanya saja jumlahnya tidak sesuai.

“Jadi saya katakan kalau pertanyaannya apakah memberikan nafkah? ya kalau memberikan nafkah itu mungkin tetap memberikan nafkah, mungkin nilainya sedikit berkurang. Itu informasi dari klien saya,” jelas Dody, seperti dikutip detik.

Wajarkah jika seseorang menggugat pasangannya karena nafkah? Agar Anda lebih memahami hal ini, berikut adalah ulasan seputar nafkah dari kacamata hukum.

Nafkah dari kacamata hukum

Bagian Hak dan Kewajiban Suami Istri pasal 31 ayat tiga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 yang mengatur Perkawinan menyebutkan bahwa, “Suami adalah kepala keluarga dan isteri ibu rumah tangga,” menjelaskan kedudukan dan posisi seorang suami.

Sementara itu, Pasal 80 ayat 4 Kompilasi Hukum Islam mengatur ketentuan nafkah dari suami secara spesifik. Suami diharuskan menanggung:

  1. Nafkah, kiswah dan tempat kediaman bagi istri;
  2. Biaya rumah tangga, biaya perawatan dan biaya pengobatan istri dan anak; dan
  3. Biaya pendidikan bagi anak.

Ketika terjadi peristiwa di mana seorang suami tidak menjalankan kewajibannya, maka berdasarkan ketentuan Pasal 34 ayat 3 UU Perkawinan, “istri berhak untuk mengajukan gugatan nafkah ke pengadilan jika seorang suami tidak menafkahi keluarganya (anak dan istri) sebagaimana kewajibannya.”

Belajar dari setiap kasus serupa, maka sejatinya bukan hal yang aneh jika seseorang mengambil langkah hukum lantaran perkara nafkah. https://bagaimanacaraya.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*