Ilmuwan Temukan Asal Mula Sumber Kehidupan di Bumi

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Sebuah penelitian dari Belgia berhasil menemukan cara fotosintesis berevolusi. Temuan itu berasal dari fosil cyanobacteria yang berusia lebih dari satu miliar tahun.

Penelitian itu dilakukan oleh Emmanuelle Javaux dari Universitas Liege dan rekan-rekannya. Mereka melakukan analisa fosil dari bebatuan di tiga lokasi.

Situs pertama merupakan formasi McDermott di Australia berusia 1,75 miliar tahun. Dua lainnya adalah Grassy Bay di Kanada berusia miliar tahun dan formasi Bllc6 di Republik Kongo.

Pekerjaan berikutnya adalah melakukan ekstrasi fosil cyanobacteria. Ini mendapatkan energi dari fotosintesis, dikutip dari New Scientist, Rabu (10/1/2024).

Ukuran bakteri itu cukup kecil, kurang dari satu milimeter. Para peneliti kemudian mengirisnya lagi 60-70 nanometer dan menganalisas struktur internalnya.

“Mereka sangat kecil, kurang dari satu milimeter. Jadi Anda tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang,” jelas Javaux, dikutip New Scientist, Rabu (8/1/2024).

Dari hasil temuannya, Cyanobacteria di Australia dan Kanada mengandung tilakoid. Kandungan tersebut terikat dengan membran tempat terjadinya fotosintesis.

Berdasarkan usianya, temuan terbaru ini jadi yang tertua. Sebelumnya tilakoid yang ditemukan berusia 550 juta tahun.

“Ini jadi fosil tilakoid tertua yang kita ketahui sekarang. Jadi kita memundurkan catatan fosil sebanyak 1,2 miliar tahun,” jelasnya.

Dengan temuan tersebut bisa disimpulkan fotosintesis telah berevolusi sejak 1,75 miliar tahun lalu. Namun bisa juga jauh lebih lama daripada itu.

Ini dikarenakan berdasarkan bukti lain fosil cyanobacteria ada yang berusia lebih lama. Yakni mencapai 2 miliar tahun. https://tawkapinew.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*