Capaian BPDPKS di 2023: Penyaluran Biodiesel Tembus 12,1 Juta KL

SHARE  

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali mengadakan Rapat Kerja Tahun 2024 di Bogor, bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian tahun sebelumnya serta merancang strategi menghadapi tahun 2024. (Dok. bpdp) Foto: Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali mengadakan Rapat Kerja Tahun 2024 di Bogor, bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian tahun sebelumnya serta merancang strategi menghadapi tahun 2024. (Dok. bpdp)

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali mengadakan Rapat Kerja Tahun 2024 di Bogor. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi pencapaian tahun sebelumnya serta merancang strategi menghadapi tahun 2024.

Raker kali ini mengangkat tema “Sawit Melayani Lebih Baik,” mencerminkan komitmen BPDPKS untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam pengelolaan dana kelapa sawit.

Baca: Top! Program Biodiesel RI Berhasil Tekan Impor BBM, Angkanya Segini

Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman berharap dari raker ini bisa memberikan pemahaman mendalam terkait capaian kinerja tahun sebelumnya. Selain itu, Eddy juga menyoroti aspek target kinerja, pengelolaan sumber daya, dan pertanggungjawaban keuangan sebagai landasan bagi perumusan target yang lebih realistis dan implementasi efisiensi biaya dan tenaga.

Pada kesempatan tersebut, ada beberapa capaian kinerja BPDPKS selama tahun 2023 seperti penyaluran biodiesel sebanyak 12,1 juta Kiloliter, pelaksanaan 250 kegiatan inisiasi eksternal dan internal, pembiayaan terhadap mahasiswa dan peserta program pengembangan SDM Sawit sebanyak 7.087 orang, serta penelitian sebanyak 112 untuk mendukung program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit dari hulu hingga hilir.

Dalam raker ini, turut hadir Dirjen Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti yang memberikan arahan terkait perlunya riset dan penelitian yang mengaitkan ekonomi makro dan kinerja APBN dengan tugas utama BPDPKS dalam pengelolaan dana industri sawit. Dia pun mengapresiasi upaya riset terkait industri sawit yang menjadi tantangan BPDPKS.

Sementara itu, Astera menyampaikan BPDPKS harus meningkatkan kreativitas dalam mencari instrumen keuangan dengan return yang kompetitif dan melakukan diversifikasi kegiatan yang lebih efisien biaya. Sebagai institusi pelaksana yang diwajibkan oleh pemerintah, BPDPKS perlu menunjukkan ketangguhan dalam pelaksanaan tugas pengelolaan dana, termasuk peningkatan koordinasi antarlembaga.

Di tempat yang sama, Direktur Pelaksanaan Anggaran, Tri Budhianto ikut memberikan paparan terkait Belanja Negara, termasuk peraturan terkait Honorarium dan Perjalanan Dinas di lingkup Kementerian Keuangan. Dia bilang kinerja BPDPKS dengan anggarannya menjadi penentu kinerja dari Direktorat Perbendaharaan. Adapun realisasi penyerapan anggaran di BPDPKS telah mencapai tingkat yang sangat baik yaitu di atas 99%.

Baca: Bangun Kebun Sawit di RI Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

Kepala Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I, Arie Suwandi Wiwit Saraswati juga ikut menyampaikan materi terkait Standar Biaya Masukan (SBM). Hadir juga dalam raker kali ini Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, perwakilan dari Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktur Pelaksanaan Anggaran, Kepala Subdirektorat Jenderal Anggaran, perwakilan dari Bank Himbara, jajaran direksi BPDPKS, serta seluruh pegawai BPDPKS.

BPDPKS menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan, memperkuat sinergi di antara seluruh pegawai, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan mitra kerja di internal dan eksternal Kementerian Keuangan serta dengan para https://mesinpencarinenas.com/stakeholder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*