Momen Debat Pamungkas, Anies & Ganjar Kompak Serang Bansos Jokowi

SHARE  

Foto kolase Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo (Kiri) dan Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan. (Tangkapan Layar Youtube KPU RI) Foto: Foto kolase Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo (Kiri) dan Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan. (Tangkapan Layar Youtube KPU RI)

Jakarta, CNBC Indonesia – Calon presiden (capres) nomor urut 01 Anies Baswedan dan capres nomor urut 2 Ganjar Pranowo kompak mengkritik bantuan sosial (bansos) yang diberikan pada era pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal tersebut mereka sampaikan dalam Debat Capres ke-5 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (4/2/2024). Awalnya, Ganjar mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada Anies. Ganjar langsung mengangkat topik mengenai bansos.

“Menurut Pak Anies, bagaimana tata kelola bansos agar, satu tidak saling klaim, dua bisa tepat sasaran, tiga tidak menimbulkan kecemburuan sehingga betul-betul bisa diterima oleh rakyat,” tanya Ganjar.

Anies yang mendapat giliran menjawab langsung menyambar umpan lambung tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bansos harusnya difokuskan untuk para penerimanya dan bukan pemberinya, sehingga pemberiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca: Prabowo Minta Maaf ke Anies dan Ganjar, Gibran Tundukkan Kepala

“Maka bansos diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima, kalau penerima butuhnya bulan ini, ya diberikan bulan ini. Kalau 3 bulan lagi, ya 3 bulan lagi. Jangan menghilangkan semua, dijadikan sesuai kebutuhan. Itu yang disebut bansos tanpa pamrih,” kata Anies.

Anies juga mengkritik cara pembagian bansos. Dia mengatakan pemberian bansos harus sesuai dengan data. Ketepatan pembagian bansos, kata dia, dapat dilakukan dengan memperbaiki data dan mekanisme penyalurannya.

“Informasi data akurat dan mekanisme pemberian melalui jalur birokrasi bukan dibagi di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca: Tutup Debat Capres, Anies: Negara Tidak Berdagang dengan Rakyat!

Mendapat jawaban Anies, Ganjar langsung menimpali. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini mengatakan bansos merupakan hak rakyat yang harus dibagikan secara tepat sasaran dan waktu. Dia mengusulkan nama bansos diganti menjadi bantuan kesejahteraan rakyat.

“Tugas negara adalah memastikan hal itu (bansos), tepat sasaran dan tepat waktu. Dan kami berusul, bantuannya ganti aja deh, bantuan kesejahteraan rakyat, dan tujuan adalah menciptakan keadilan sosial, bukan menciptakan bantuan sosial,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pembagian bansos oleh pemerintah Presiden Jokowi belakangan ini mendapatkan sorotan tajam. Pasalnya, penyaluran bansos berupa bantuan langsung tunai yang diberi nama mitigasi risiko pangan dilakukan berdekatan dengan hari pencoblosan Pemilihan Presiden 2024. Pembagian itu dikritik lantaran dituding bermuatanhttps://mesinpencarinenas.com/ politis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*