Prabowo di Atas Angin, Joe Biden Didesak Segera Lakukan Ini

SHARE  

Presiden Joe Biden bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ruang Oval Gedung Putih, Senin, 13 November 2023, di Washington. (AP Photo/Andrew Harnik) Foto: Presiden Joe Biden bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ruang Oval Gedung Putih, Senin, 13 November 2023, di Washington. (AP/Andrew Harnik)

Jakarta, CNBC Indonesia – Prabowo Subianto telah mendapatkan banyak ucapan selamat setelah memenangkan pemilihan presiden (pilpres) RI. Namun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak termasuk di antara pemimpin negara yang mengucapkan selamat secara langsung.

Biden pun kini diminta untuk segera memberi Prabowo ucapan selamat, salah satunya oleh Ernest Z. Bower, CEO perusahaan konsultan strategis BowerGroupAsia dan anggota dewan Dewan Bisnis AS-ASEAN.

Dalam artikel opini di laman The Diplomat, Bower menyebut Biden harus memberi ucapan selamat ke Prabowo sekarang. Menteri Pertahanan RI tersebut sejauh ini unggul dalam pemilihan presiden (pilpres) baik dalam hitung cepat (quick count) maupun real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

PILIHAN REDAKSIPrabowo Dapat Pesan Khusus dari Gedung Putih, Isinya Sebut-sebut HAMPaus Fransiskus Sebut Ukraina Jangan Malu Kibarkan ‘Bendera Putih’Laut Merah Kian Panas, AS-Inggris-Prancis Tembak Puluhan Drone Houthi

“Presiden Joe Biden harus segera mengucapkan selamat kepada Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, atas dugaan kemenangannya dalam pemilihan presiden pada tanggal 14 Februari,” ujarnya dikutip Minggu (10/3/2024).

“Tindakan sederhana ini akan menandakan bahwa pemerintah AS memahami realitas politik yang baru dan terus berkembang di Asia,” tegasnya.

Ia kemudian menyebut bagaimana Presiden China, pesaing geopolitik dan ekonomi AS di Indo-Pasifik, telah melakukannya. Begitu pula dengan sekutu dan mitra AS lain, seperti Inggris, Australia, Belanda, India, dan Singapura.

Menurutnya AS memang tak memberikan ucapan selamat kepada pemimpin asing terpilih sampai hasil pemilu disahkan. Meski masuk akal, namun “tidak akan menjadi hal yang masuk akal jika hal ini akan memakan waktu enam minggu dan mitra regional serta pesaing AS sudah mempertimbangkannya”.

“Komisi Pemilihan Umum Nasional Indonesia kini memang berada di posisi yang bertanggung jawab pada proses penghitungan suara … Prabowo memimpin … dengan tiga perempat surat suara telah dihitung,” jelasnya lagi mengatakan tak mungkin ada putaran kedua mengingat suara Prabowo melebihi 50%.

“Ini sudah selesai dan strategi ‘bunuh diri’ bagi Washington untuk masih menunggu,” tambahnya lagi.

Menurutnya keraguan-raguan Washington saat ini dapat merugikan hubungan AS-Indonesia dalam waktu dekat. Ini juga dapat merugikan perusahaan-perusahaan AS saat mereka berupaya menyelaraskan diri dengan pemerintahan yang akan datang dan mendukung kerja sama dengan mitra-mitra Amerika.

Dijelaskannya bagaimana Indonesia penting bagi Washington karena ukuran dan lokasi geopolitiknya di sepanjang jalur pelayaran penting di Laut China Selatan dan Selat Malaka. Belum lagi populasinya yang mencapai 280 juta jiwa menjadikan RI sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga setelah India dan AS sendiri.

“Indonesia, dengan perekonomian senilai US$1,2 triliun, adalah produsen nikel terbesar di dunia, yang sebagian besar ditambang dan diproses oleh perusahaan-perusahaan dari China,” katanya lagi.

“Negara ini juga merupakan salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia dan salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Jadi penting bagi Washington dan Jakarta untuk bekerja sama,” tegasnya.

“Pemerintahan Biden dipenuhi oleh para pakar Asia yang “memahaminya” dan harus mampu mendobrak preseden dan tradisi hukum serta memperbarui pendekatan kita. Penting bagi Biden untuk mengirim pesan kepada Prabowo sesegera https://mesinpencarinenas.com/mungkin,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*